PARTUS NORMAL PADA SAPI DAN DOMBA

  • GAMBAR 5

Diagnose : partus normal pada sapi

Lama kebuntingan pada sapi FH adalah 283 hari sampai dengan 290 hari adalah normal pada beberapa sapi ras potong Continental. Posisi kelahiran normal pada sapi. Posisi anterior (kedepan) yaitu posisi kepala diletakkan pada kaki depan. Posisi posterior (ke belakang) yaitu kedua kaki belakang masuk dalam saluran peranakan dan bagian punggungnya mengarah ke punggung induk

 

 Perubahan Persiapan

Perubahan eksternal yang paling penting terlihat pada ligamentum ambing, vulva dan pelvis. Mendekati akhir kebuntingan ambing membesar dan tegang. Kolostrum muncul pada puting susu dan menjadi lebih tebal serta warnanya kuning pada saat menjelang kelahiran. Pada waktu mendekati kelahiran, vulva biasanya memanjang dan mungkin juga sedikit membesar dan oedematus. Lendir vagina yang jernih yang diduga mencairkan sumbat servik dan menyerupai saat estrus akan terlihat 24 – 48 jam sebelum melahirkan. Relaksasi ligamentum fetus terlihat pada akhir kebuntingan dan semakin jelas sewaktu mendekati kelahiran. Relaksasi ini merupakan tanda yang paling nyata dari proses kelahiran yang segera akan terjadi pada ternak sapi.

Tahap Pertama Kelahiran

Lamanya tahap pertama kelahiran ini berkisar 4 – 24 jam. Tanda – tanda eksternal pada tahapan ini adalah kegelisahan, nafsu makan berkurang, mencakar – cakar tanah, memutar dan berbaring dan kemudian dengan cepat berdiri lagi. Ekornya dinaikkan disebabkan  tremor otot belakang dan terkadang adanya perejanan. Apabila servik telah membuka sempurna, maka khorioallantois atau “kantong air pertama” akan segera pecah meskipun juga keadaan ini bisa pecah di dalam karena adanya hambatan kontraksi.

Tahap Kedua Kelahiran

Lamanya tahap ini berkisar ½ – 3 jam.  Sapi normalnya melahirkan dalam kondisi berbaring, terkadang juga bisa melahirkan dalam kondisi berdiri jika ada gangguan dalam proses kelahiran. Pada tahapan ini pedet akan keluar bersama dengan kantong amnionnya dalam bentuk kantong avaskular  berwarna keabu – abuan. Apabila amnion telah pecah maka intensitas pengejanan akan meningkat sehingga kontraksi uterus akan bertambah. Dengan keadaan tersebut, induk akan berusaha mengeluarkan kepala fetus melalui vulva dengan bergulung dari rebah sternal ke rebah lateral. Begitu kepala telah keluar maka sisa bagian tubuh yang lain akan dengan mudah mengikuti meskipun biasanya ada hambatan untuk mengeluarkan bagian dada dan pinggul pedet.

Tahap Ketiga Kelahiran

Tahapan ini merupakan tahapan pengeluaran membran fetus, biasanya akan segera dikeluarkan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kelahiran.  Retensi lebih dari 12 jam akan sering diikuti oleh periode retensi yang berlangsung dari 3 sampai 10 hari.

 

  • GAMBAR 11

Diagnose : partus normal pada domba

Tahapan Kelahiran Kambing

Posisi kelahiran normal pada kambing. Posisi anterior (kedepan) yaitu posisi kepala diletakkan pada kaki depan. Posisi posterior (ke belakang) yaitu kedua kaki belakang masuk dalam saluran peranakan dan bagian punggungnya mengarah ke punggung induk. Pada posisi ini biasanya memerlukan waktu lebih lama.  Pada keadaan normal kambing akan melahirkan setelah umur kebuntingan kurang lebih 150 hari.

 

Ada 3 tahapan kelahiran pada kambing diantaranya.

1. Menjelang kelahiran (Pre Partus)

Menjelang kelahiran terjadi proses pengenduran pinggul, kontraksi rahin dan pelebaran leher rahim untuk memperlebar saluran peranakan dan memudahlan kelahiran. Pada tahapan ini ambing terlihat membesar dan putting susu terisi susu. Tanda-tanda lain terlihat vulva (bibir vagina) berwarna kemerah-merahan, membengkak, lembab; nafsu makan menurun; Nampak gelisah; menggaruk-menggaruk ke tanah dan mengembik-embik. Tahapan ini bisa terjadi dalam waktu satu hari. Berakhirnya tahap ini ditandai pecahnya cairan ketuban

2. Kelahiran (Partus)

Kelahiran akan segera terjadi beberapa saat. Proses kelahiran diawali dengan keluarnya kantong ketuban, lalu kantong ketuban tersebut pecah Kelahiran akan segera terjadi beberapa saat. Proses kelahiran diawali dengan keluarnya kantong ketuban, lalu kantong ketuban tersebut pecah Tahapan ini dimulai dengan masuknya janin ke dalam saluran peranakan. Ditandai dengan kambing merejan dan mendorong-dorong urat daging perutnya. Tahapan ini tidak boleh berjalan lebih dari satu jam. Pada kondisi normal janin akan keluar kurang lebih 15 menit. Apabila janin tidak keluar dalam waktu 45 menit dipastikan terjadi permasalahan kelahiran dan harus mendapat pertolongan.

3. Setelah melahirkan (Post Partus)

Pada tahap ini terjadi

– Pengeluaran sisa-sisa setelah kelahiran (umumnya membutuhkan waktu paling lambat 12 jam)

– Pengecilan rahim ke ukuran normal membutuhkan waktu sampai 2 minggu

– Pengosongan cairan yang berlebihan di rahim, sebagian cairan ini keluar pada masa

setelah kelahiran atau lepasnya plasenta (jawa:ari-ari). Biasanya terlihat keluar lender dalam jumlah sedikit bercampur darah sampai 24 jam.

Beberapa masalah yang timbul pada tahapan ini:

a. Tertahannya sisa setelah kelahiran lebih dari 24 jam

b. Timbulnya lendir berwarna keruh menyerupai nanah dalam 2-3 jam setelah kelahiran

c. Adalahnya ledir yang semakin banyak, berbau busuk dan bernanah. Apabila tanda-tanda tersebut maka harus segera diobati tau menghubungi tenaga medis peternakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s