Membaca Kritis Untuk Menulis Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang

Membaca kritis sangat relevan dengan kehidupan kita sebagai mahasiswa yang dituntut untuk menambah wawasan dan mengambangkan ilmu sehingga akan sangat bermanfaat karena kita akan dapat memanfaatkan hasil pembacaan kita yang cermat dan matang. Berdasarkan hal itulah membaca kritis merupakan kegiatan belajar yang penting dan wajib dikuasai oleh mahasiswa. Namun, dalam kegiatan membaca kritis untuk menulis ilmiah perlu diperhatikan teknik – tekniknya, seperti teknik mengenali identitas referensi dan memilih bahan tulisan, teknik menulis kutipan, dan teknik menyusun daftar rujukan agar mendapatkan kesempurnaan dalam penulisan ilmiah.

Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan persyaratan baik formal maupun materiil. Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikuti dalam penulisan, sedangkan persyaratan materiil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan mudah dipahami dan menarik apabila isi dan cara penulisan yang memenuhi persyaratan dan kebiasaan urnum.

Dalam penulisan ilmiah, kita sering mengambil kutipan dari beberapa sumber informasi, baik itu melalui jurnal, artikel , buku, seminar, workshop, situs online dan lain sebagainya. Sehingga seorang mahasiswa perlu mempelajari teknik menggunakan referensi, teknik menulis kutipan dan daftar pustaka atau rujukan. Sehingga mahasiswa dapat menulis karya ilmiah dengan baik dan benar sesuai kaidah – kaidah yang berlaku.

Sebagai mahasiswa kedokteran hewan, sangat penting untuk mempelajari teknik – teknik dalam penulisan karya ilmiah untuk kepentingan penulisan skripsi, thesis, dan penelitian – penelitian lainnya yang bersifat medis veteriner.

 

1.2              Rumusan Masalah

1.2.1        Apa yang dimaksud dengan membaca kritis ?

1.2.2        Apa yang dimaksud dengan menulis ilmiah ?

1.2.3        Bagaimana teknik mengenali identitas referensi dan memilih bahan tulisan ?

1.2.4        Bagaimana teknik menulis kutipan ?

1.2.5        Bagaimana teknik menyusun daftar rujukan ?

 

1.3              Tujuan

1.3.1        Untuk mengetahui teknik mengenali identitas referensi dan memilih bahan tulisan

1.3.2        Untuk mengetahui teknik menulis kutipan

1.3.3        Untuk mengetahui teknik menulis daftar rujukan

 

1.4              Manfaat

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang teknik – teknik penulisan referensi, kutipan dan daftar pustaka untuk menulis karya ilmiah yang baik dan benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Membaca Kritis

A. Pengertian Membaca Kritis

Membaca kritis merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk tulisan yang akan dikembangkan (Rahardi, 2010).

B. Ragam Membaca Kritis

Ada berbagai ragam membaca kritis bergantung pada jenis informasi seperti apa yang kita inginkan, yaitu (Badudu, 1981):

  1. 1.            Membaca cepat atau sekilas untuk membaca topik

Membaca cepat bertujuan untuk mengetahui informsi secara umum yang dibicarakan dalam tulisan. Dalam hal ini, perlu memfokuskan perhatian pada bagian-bagian tertentu. Kita bisa membaca tulisan dengan cepat/secara sekilas dari awal sampai akhir. Dari kegiatan membaca cepat ini, kita mendapat ide tentang topik tulisan yang kita baca.

  1. 2.            Membaca cepat untuk informasi khusus

Membaca cepat juga bisa dilakukan jika kita menginginkan informasi khusus dari sebuah tulisan. Perhatian kita hanya tertuju pada bagian-bagian yang kita inginkan. Bagian-bagian yang mengandung informasi yang tidak dinginkan tidak mendapat perhatian dari kita.

  1. 3.            Membaca Teliti untuk Informasi Rinci

Ketika ingin mendapatkan informasi rinci tentang suatu hal dalam, kegiatan membaca difokuskan pada bagian yang mengandung informasi yang kita ketahui secara rinci. Saat kita sampai pada bagian tersebut, kita membacanya dengan teliti sampai kita benar-benar memahami informasi yang kita dapatkan.  Bagian-bagian lain yang tidak kita perlukan tidak perlu dibaca lebih lanjut.

C. Membaca Kritis Tulisan/Artikel Ilmiah

Membaca tulisan atau artikel ilmiah berbeda dengan membaca jenis tulisan lain karena jenis informasinya berbeda. Tulisan ilmiah biasanya berisi informasi yang merupakan hasil penelitian. Ini berbeda dengan jenis tulisan lain yang informasinya bisa berupa pendapat dan kesan pribadi yang belum dibuktikan melalui penelitian dan prosedur ilmiah. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan dalam membaca tulisan atau artikel ilmiah (Rahardi, 2010).

  1. 1.            Menggali tesis atau pernyataan masalah

Tulisan atau artikel ilmiah biasanya mempunyai tesis atau pernyataan umum tentang masalah yang dibahas. Sebuah tesis biasanya diungkapkan dengan sebuah kalimat  dan menilai apakah penulisannya berhasil atau tidak dalam membahas atau memecahkan masalah yang diajukan.

  1. 2.            Meringkas butir-butir penting setiap artikel

Meringkas butir-butir penting setiap artikel yang kita baca perlu dilakukan karena ringkasan itu bisa dikembangkan untuk mendukung pernyataan yang kita buat. Dengan adanya  ringkasan, kita juga tidak perlu lagi membaca artikel secara keseluruhan kalau kita memerlukan informasi dari artikel yang bersangkutan.

  1. 3.            Memahami konsep-konsep penting ( pandangan ahli, hasil penelitian,dan teori)

Memahami konsep-konsep penting dari tulisan ilmiah perlu dilakukan untuk mendukung tesis atau pernyataan umum tulisan. Dengan memahami konsep-konsep penting dari sebuah tulisan ilmiah, kita juga dapat lebih memahami konsep-konsep yang akan kita kembangkan dalam tulisan.

  1. 4.            Menentukan bagian yang akan dikutip

Mengutip pendapat orang lain merupakan kegiatan yang sering kita lakukan dalam menulis. Dalam mengutip bagian dari sebuah tulisan ilmiah juga perlu memperhatikan relevansi bagian tersebut dengan tulisan kita.

  1. 5.            Menentukan implikasi dari bagian/sumber yang di kutip

Dalam mengutip bagian dari sebuah artikel perlu menyadari implikasinya,   apakah kutipan itu mendukung gagasan yang akan kita kembangkan dalam tulisan atau sebaliknya.

  1. 6.             Menentukan posisi penulis sebagai pengutip

Dalam mengutip pernyataan yang ada sebuah artikel, perlu secara jelas meletakkan posisi kita. Apakah kita bersikap netral, menyetujui atau tidak menyetujui pernyataan yang kita kutip.

D. Membaca Kritis Tulisan/Artikel Populer

Tulisan yang kita buat dapat memuat informasi dari tulisan /artikel popular. Kegiatan membaca kritis tulisan popular sedikit berbeda dengan membaca kritis tulisan ilmiah karna kedua jenis tulisan tersebut mempunyai sifat yang berbeda.

1. Mengenali persoalan utama atau isu yang dibahas

Biasanya isu yang dibahas dalan tulisan popular  berkaitan dengan masalah sosial yang sedang diminati masyarakat.

2. Menentukan signifikasi/relenfansi isu dengan tulisan yang akan dihasilkan.

Isu yang dibicarakan dalam sebuah tulisan mungkin tidak mempunyai relevansi tulisan yang akan dibuat. Kita harus menghubungkan relevansi isi tulisan yang dibaca dengan isu tulisan yang kita hasilkan.

3. Manfaatkan isu artikel popular untuk bahan/inspirasi dalam menulis.

Isu artikel popular biasanya membahas tentang masalah sosial sehingga lebih menarik dibandingkan isu artikel ilmiah.

4. Membedakan isi artikel popular dengan isi artikel dan buku ilmiah.

Artikel popular biasanya  berisi pembahasan tentang sebuah isu yang sedang diminati masyarakat. Peranan teori dan data sangat penting dalam artikel dan buku ilmiah.

E. Membaca Kritis Buku Ilmiah

Buku ilmiah pada dasarnya sama dengan artikel ilmiah, hanya saja buku ilmiah memuat uraian atau pembahasan yang lebih panjang dan rinci tentang suatu isu ilmiah.

1. Memanfaatkan indeksi untuk menemukan konsep penting

Indeksi sangat membantu pembaca untuk mencari dengan cepat pembahasan atau penjelasan konsep-konsep tersebut dalam buku.

2. Menentukan konsep-konsep penting (pandangan ahli, hasil penelitian dan teori) untuk bahan menulis.

Pengenalan dan pemahaman konsep-konsep yang penting ini juga akan menambah kedalaman dan kekritisan tulisan kita.

3. Menentukan dan menandai bagian-bagian yang dikutip

Bagian-bagian ini mungkin akan diacu dan dikutip dalam tulisan kita. Artinya, setiap kutipan ditulis nama penulis, tahun dan halaman yang di kutip. Contohnya adalah : Winarno (2007: 72) mengatakan bahwa pada masa ini, orientasi pada penguasa masih sangat kuat dalam kehidupan birokrasi publik.

4. Menentukan implikasi dari bagian/ sumber yang dikuti

Dalam mengutip bagian dari sebuah buku kita perlu memahami implikasinya. Kita harus mampu menghubungkan relevansi bagian yang kita kutip dengan isu tulisan yang akan kita hasilkan.tulisan yang dikutip harus dipertimbangkan mengenai implikasinya.

F. Karakteristik Membaca Kritis

Membaca kritis pada dasarnya merupakan langkah lebih lanjut dari berpikir dan bersikap kritis. Adapun kemampuan berpikir dan bersikap kritis meliputi :

a. menginterpretasi secara kritis;

b. menganalisis secara kritis;

c. mengorganisasi secara kritis;

d. menilai secara kritis;

e. menerapkan konsep secara kritis

Teknik-teknik  yang digunakan untuk meningkatkan sikap kritis adalah sebagai berikut, yaitu  (Nurhadi, 1987):

  1. Kemampuan mengingat dan mengenali ide pokok paragraf, tokoh-tokoh cerita dan sifat-sifatnya.
  2. Kemampuan memahami/menginterpretasi makna tersirat
  3. Kemampuan menganalisis
  4. Kemampuan menilai isi bacaan

 

2.2 Menulis Ilmiah

Menulis adalah kegiatan menyusun serta merangkaikan kalimat agar pesan, informasi, serta maksud yang terkandung dalam pikiran, gagasan, dan pendapat penulis dapat disampaikan dengan baik. Untuk itu satu kalimat harus disusun sesuai dengan kaidah gramatika, sehingga mampu mendukung pengertian baik dalam taraf significance maupun dalam taraf value.

Sebagai proses kreatif yang berlangsung secara kognitif, penulisan karya ilmiah dan penyusunan laporan tulisan ilmiah, sekurang-kurangnya memuat 4 tahap, yaitu:

1 . Tahap persiapan (pra-penulisan)

Tahap persiapan adalah ketika seseorang merencanakan, mengumpulkan dan mencari informasi, merumuskan masalah, menentukan arah dan fokus tulisan, mengolah informasi, menarik tafsiran dan inferensi terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca,  mengamati dan lain-lain yang akan memperkaya masukan kognitifnya yang akan diproses pada tahap selanjutnya.

2. Tahap inkubasi

Tahap ketika sesorang memproses informasi yang telah dimilikinya, sehingga mengantarkannya pada kemampuan untuk menyelesaikan masalah.

3. Tahap iluminasi

Tahap ketika datangnya inspirasi, yaitu gagasan yang muncul secara tiba-tiba dan dilakukan tahap verifikasi/evaluasi yaitu apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi diperiksa kembali, diseleksi dan disusun sesuai dengan fokus laporan/tulisan yang diinginkan.

 

2.3  Teknik Mengenali Identitas Referensi Dan Memilih Bahan Tulisan

2.3.1    Teknik Mengenali Identitas Referensi

Referensi adalah cara standar untuk mengakui sumber informasi dan ide-ide yang telah digunakan dalam karya ilmiah yang dibuat oleh peneliti. Di dalam karya ilmiah, penulisan referensi (citation mark, citation) harus dilakukan dengan baik karena pembaca harus dapat mengecek sumber aslinya mengenai ide atau informasi yang digunakan di dalam karya ilmiah tersebut. Penulis harus menulis daftar referensi yang ada di domain publik yang dapat dibaca oleh pembaca, baik dalam letter, paper, proseding, jurnal, skripsi, thesis, disertasi (Bayu, 2001).

Kata referensi berasal dari inggris reference dan merupakan kata kerja to refer yang artinya menunjukan kepada. Buku referensi adalah buku yang dapat memberikan keterangan topik perkataan, tempat, peristiwa, data statistika, pedoman, alamat, nama orang, riwayat orang-orang terkenal. Pelayanan referensi adalah pelayanan dalam menggunakan buku-buku referensi.di perpustakaan biasanya buku-buku referensi di kumpulkan tersendiri dan di sebut “koleksi referensi” sedangakan ruang tempat penyimpanan disebut ruang referensi. Buku-buku referensi yang karena sifatnya sebagai buku penunjuk, harus selalu tersedia di perpustakaan sehingga dapat di pakai oleh setiap orang pada setiap saat (Bayu, 2001).

Analogi: mengumpulkan bahan tulisan = mengumpulkan bahan bangunan untuk membuat rumah. Banyaknya bahan ditentukan oleh bentuk dan tujuan penulisan.

Dalam tulisan ilmiah, bentuk tulisan yang relevan adalah tulisan ekspositori atau eksposisi yang bertujan menjelaskan konsep dan gagasan secara terperinci. Bahan-bahan tulisan dapat digali dari sumber-sumber dokumen, baik berupa buku, jurnal, majalah, koran, maupun informasi yang diakses melalui internet.

2.3.2    Cara menelaah buku yang telah ditemukan

Ada cara yang dapat dilakukan, yakni cara daftar isi. Teknik daftar isi, misalnya Masalah Peningkatan Gairah Belajar di Perguruan Tinggi. Judul buku Belajar di Perguruan Tinggi. Langkah yang ditempuh (1) membuka daftar isi, (2) mencari bab dan subbab yang membahas hal belajar, misalnya ditemukan di bab II, (3) membaca dengan cermat bab II yang  berkaitan dengan masalah belajar, dan bab lain diabaikan (Bayu, 2001).

2.5  Teknik Menulis Kutipan

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Walaupun kutipan atas pendapat seorang ahli itu diperkenankan tidaklah berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya dapat terdiri dari kutipan-kutipan berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat penulis (Rahardi, 2010).

  1. Prinsip-prinsip membuat kutipan (Rahardi, 2010):
  1. Jangan mengadakan perubahan
  2. Bila dalam teks asli ada kejanggalan atau kesalahan cetak, penulis dapat membuat catatan singkat dalam tanda [sic!] disisipkan di belakang kata yang salah cetak itu.
  3. Bila penulis terpaksa harus membuat perubahan atau tambahan, maka kata-kata tambahan itu harus dicetak lain (tebal, miring atau renggang) dan diberi catatan kaki yang menyatakan bahwa huruf yang dicetak lain itu adalah dari penulis, bukan teks asli.
  4. Bila ingin menghilangkan bagian-bagian tertentu, harus diberi tanda titik-titik berspasi dalam tanda [….].
  5. Harus dijelaskan sumber asalnya dengan format-format tertentu, antara lain dengan cara memberi nomor dan catatan kaki.
  1. Jenis – Jenis Kutipan :

1.    Kutipan langsung

Kutipan diambil langsung sesuai aslinya

  1. a.      Kutipan pendek

Kutipan berisi <40 kata atau lima baris

  • ditulis di antara tanda kutip (”…”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama
  • diikuti nama penulis, tahun, dan nomor halaman

contoh: Hamdan (2000:23) menyimpulkan ”ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”. nama pengarang disebut di awal kutipan

Nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman.

Contoh: Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ”ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soekamto, 1990:13). nama pengarang disebut di akhir kutipan

Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal (’…’).

Contoh: Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ”terdapat kecenderungan semakin banyak ’campur tangan’ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkantoran” (Haris, 1999:12).

  1. b.      Kutipan panjang
  • Kutipan berisi ≥ 40 kata
  • Ditulis tanpa tanda kutip dan terpisah dari teks yang  mendahului
  • Ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan dan diketik dengan spasi tunggal
  • Nama penulis, tahun, tanpa/dengan nomor halaman

Contoh:

Annabhani (1993:46) menarik kesimpulan sebagai berikut.

Hendaknya setiap muslim maupun negara dalam menjalankan seluruh aktivitasnya menyesuaikan diri dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Negara adalah pihak yang mengatur seluruh urusacn rakyat dan melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Inilah yang melahirkan ketenangan bagi setiap muslim. Jadi, kebahagiaan itu bukan sekedar memuaskan kebutuhan jasmani dan mencari kenikmatan, melainkan mendapatkan keridlaan Allah SWT.

2.  Kutipan Tidak Langsung

  • Kutipan dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri
  • Ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks
  • Nama penulis, tahun, tanpa/dengan nomor halaman

Contoh:

  • Hafidz (2000:14) memandang bahwa hanya kepemimpinan Islam yang layak bagi manusia karena kesesuaiannya dengan fitrah dan akal manusia. Selain kepemimpinan Islam, yaitu kepemimpinan Kapitalisme dan Sosialisme, adalah salah. Hanya kepemimpinan Islam saja yang benar dan satu-satunya yang akan berhasil mengatur kehidupan manusia.
  • Hanya kepemimpinan Islam yang layak bagi manusia karena kesesuaiannya dengan fitrah dan akal manusia. Selain kepemimpinan Islam, yaitu kepemimpinan Kapitalisme dan Sosialisme, adalah salah. Hanya kepemimpinan Islam saja yang benar dan satu-satunya yang akan berhasil mengatur kehidupan manusia (Hafidz, 2000:14).

3.  Kutipan dalam kutipan

Hasan (dalam Handono,1998:23) menjelaskan ….

1.6              Teknik Menyusun Daftar Rujukan

Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam daftar rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Pada dasamya, unsur yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturut-turut meliputi :

(1)  Nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik

(2) Tahun penerbitan

(3) Judul, termasuk anak judul (subjudul)

(4) Kota tempat penerbitan

(5) Nama penerbit.

Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisnya lebih dari satu. cara penulisan namanya sama dengan penulis pertama.

Nama penulis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ilmiah), dan diakhiri dengan titik. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan.

2.6.1  Rujukan dari Buku

Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis dan diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dan dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata penghubung, Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:).

Contoh:

Hardjana, A. 1991. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta: PT. Gramedia.

Nurgiyantoro, B. 1998. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.Yogyakarta: BPFE.

Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber, ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul bukunya.

Contoh:

Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging lssues-1985. Atlanta, GA; Career Ladder Clearinghouse.

Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Planning Career Ladders: Lessons from the Stales. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.

 

2.6.2 Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)

Menulis rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya) sama dengan menulis rujukan dari buku tetapi ditambah dengan tulisan (Ed.) jika ada satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu, di antara nama penulis dan tahun penerbitan.

Contoh:

Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelilian Kualitalif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: MSKI Komisariat Malang dan YA3.

Letheridge, S. & Cannon, C.R. (Eds) 1980. Bilingual Education: Teaching English as a Second Language. New York Praeger

2.6.3 Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya)

Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung (…)

Contoh:

Hartley, J.T., Marker, J.O. & Walsh, D.A 1980, Contemporary Issues and New Directions in Adult Development of Learning and Memory. Dalam L.W. Poon (Ed.), Aging in the 1980s: Psychological Issues (hlm. 239-252). Washington, D.C.: American Psychological Association.

Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif Dalam Aminuddin (Ed), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

2.6.4 Rujukan dari Artikel dalam Jurnal

Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul artikel yang ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap awal kata. Judul ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubung. Bagian akhir berturut-turut ditulis judul, tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.

Contoh:

Hanafi, A. 1989. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi Forum Peneli­tian, 1(1): 33-47.

2.6.5 Rujukan dari Artikel dalam Jumal dari CD-ROM

Penulisannya di daftar rujukan sama dengan rujukan dari artikel dalam jumal cetak ditambah dengan penyebutan CD-ROMnya dalam kurung.

Contoh:

Krashen, S., Long, M. & Scarcella, R 1979. Age, Rate and Eventual Attainment in Second Language Acquisition TESOL Quarterly, 13:573-82 (CD-ROM: TESOL Quarterly-Digital,1997).

2.6.6  Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran

Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.

Contoh:

Gardner, H. 1981. Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today, hlm. 70-76.

Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.

Suryadarma, S.V.C. 1990. Prosesor dan Interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4): 46-48.

2.6.7 Rujukan dari Koran Tanpa Penulis

Nama koran ditulis di bagian awal, tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar-kecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman.

Contoh:

Jambi Independen. 22 April, 1995, Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

2.6.8 Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga

Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit.

Contoh:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang SistemPendidikan Nasional, 1990. Jakarta: PT Annas Duta Jaya.

2.6.9 Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut

Nama lembaga penanggungjawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan ditulis dengan cetak miring, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggungjawab atas penerbitan karangan tersebut.

Contoh:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 1978. Pedomon Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

2.6.10 Rujukan Berupa Karya Terjemahan

Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan yang dicetak miring, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan, dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata tanpa tahun.

Contoh:

Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terje­mahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

2.6.11 Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan cetak miring diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi.

Contoh:

Sinaga, A. 2001. Tindak Tutur Siswa SLTP Santg Timur dalam Komunikasi di Sekolah. Tesisi tidak diterbitkan, Malang: Fakultas Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.

2.6.12 Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya

Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun, judul makalah ditulis de­ngan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan “Makalah disajikan dalam ..”., nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya.

Contoh:

Dewi, Y. 2003. Bahasa dalam Bidang Ilmu Hukum. Makalah disajikan dalam Seminar Bulan Bahasa di Lingkungan FKIP Universitas Jambi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unibersitas Jambi, Jambi, 24 Oktober 2003.

2.6.13  Rujukan dari Internet berupa Karya Individual

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh, tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

Contoh:

Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of SIM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm, (Online), (http: // journal. ecs. soton. ac. uk / survey / survey. html. diakses 12 Juni 1996).

2.6.14 Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

Contoh:

Griffith, A.I. 1995. Coordinating Family and School: Mothering for Schooling. Education Policy Analysis Archives, (Online), Vol. 3, No. 1, (http://olam.cd.asu.edu/epaa/,diakses 12 Februari 1997).

Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).

2.6.15 Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut dengan tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

Contoh:                         

Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 Nopember 1995).

2.6.16 Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi

Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).

Contoh:

Davis, A. (a.davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools.E-mail kepada Alisor Hunter (huntera@usq.edu.au).

Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id) 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or id)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Referensi adalah cara standar untuk mengakui sumber informasi dan ide-ide yang telah digunakan dalam karya ilmiah yang dibuat oleh peneliti. Di dalam karya ilmiah, penulisan referensi (citation mark, citation) harus dilakukan dengan baik karena pembaca harus dapat mengecek sumber aslinya mengenai ide atau informasi yang digunakan di dalam karya ilmiah tersebut.

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Walaupun kutipan atas pendapat seorang ahli itu diperkenankan tidaklah berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya dapat terdiri dari kutipan-kutipan berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat penulis.

Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam daftar rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Badudu, J.S. 1981. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: Gramedia.

Bayu. 2011. Mengenali data referensi dalam sebuah karya ilmiah. (http://mahasiswabelajar.wordpress.com/2011/08/17/mengenali-data-referensi-dalam-sebuah-karya-ilmiah/. Diakses pada tanggal  4 Oktober 2012, pukul 16.30 WIB)

Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Rahardi kunjana, Dr, M.Hum. 2010. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Erlangga

Sophia, S. 2002. Petunjuk Sitasi Serta Cantuman daftar Pustaka Bahan Pustaka Online. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s