Spliting embrio

Spliting embrio adalah cara cepat dan efektif untuk meningkatkan jumlah embrio dari program transfer embrio. Dibawah keadaan yang sesuai. Spiliting embrio dapat meningkatkan kehidupan calon anakan hasil dari program transfer embrio.

Spliting yang dimaksud adalah membagi atau membelah dengan pemotongan secara mekanis, bukan pembelahan embrio dalam pengertian mitosis, meiosis atau proses alami pada umumnya yang dikenal selama ini dalam kaidah embriologi. Pembelahan mekanis ini berdasarkan bahwa pada fase embrio masih mempunyai kemampuan totipoten atau belum terjadi diferensiasi menjadi berbagai bagian dan organ. Sehingga masing-masing belahan akan melanjutkan kehidupan menjadi individu baru yang kembar identik.

Sebagaimana dikenal dalam embriologi secara histologis embrio terdiri dari berbagai komponen, antara lain adalah inner cell mass (ICM) yang selanjutnya menjadi janin individu baru terlahir dan trofoblas yang menjadi plasenta sebagai penunjang kehidupan dalam kandungan. Dalam upaya pembelahan mekanis spliting maka masing-masing belahan harus mendapat kedua komponen tersebut agar dapat melanjutkan kehidupannya. Pembelahan umumnya dilakukan pada fase embrional tertentu yaitu pada awal morula, morula dan kompak morula dengan bantuan mikroskop stereo pada pembesaran tertentu yang juga sulit untuk membedakan dan mengidentifikasi antara trofoblas dan ICM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s