Resume Jurnal “Emerging Issues: Social Sustainability of Egg Production Symposium. The impact of different housing systems on egg safety and quality “

Peneliti dalam jurnal ini memaparkan dan membandingkan hasil penelitian dari penelitian lain. Peniliti mengambil masalah tentang perbedaan sistem kandang dapat mempengaruhi kualitas dan keamanan telur, contohnya kandang konvensional, cage (battery), free range, lantai, non cage. Tujuan dari penelitian ini  untuk memberikan solusi pemilihan kandang bagi industri telur dengan memaparkan kurang dan lebihnya pada setiap kandang dalam hal mikrobiologi, kontaminasi bahan kimia, kualitas eksterior, kualitas interior dan kualitas gizi.

Beberapa hal yang dianalisis yaitu, 1) Mikrobiologi. Kontaminasi oleh bakteri salmonella, khususnya Salmonella Enteritidis sering terjadi pada telur dan bisa menyebabkan eggborne desease yang menular ke manusia menjadi penyakit salmonellosis. Dari perbandingan beberapa penelitian, telur pada kandang konvensional lebih banyak terkontaminasi mikrobiologi daripada kandang noncage, karena dalam kandang konvensional banyak terjadi penumpukan kotoran dan debu. 2) Bahan kimia. Yang termasuk paparan lingkungan yaitu, dioxin atau polychlorinated polychlorinated, pestisida, dan logam berat. Ketiga bahan kimia ini merupakan  bioaccumulate melalui rantai makanan dan tidak mudah dibersihkan dari tubuh. Dari perbandingan beberapa penelitian resiko terbesar dari bahan kimia yaitu pada kandang free range karena dalam kandang free range ayam bebas kontak langsung dengan dunia luar, misalnya makan makanan yang ada di tanah atau organisme tanah, sehinnga ayam beresiko terkena penyakit parasit dan membutuhkan obat hewan atau bahan kimia tambahan untuk mengendalikan infestasi parasit. Pada kandang noncage memiliki dampak kontaminasi bahan kimia dari bahan bangunan yang menimbulkan residu pada telur. Telur kandang burung memiliki paparan yang terendah dan telur dari kandang konvensional memiliki paparan yang lebih tinggi terhadap bahan kimia. Hal tersebut karena gangguan serangga yang memanfaatkan kotoran lubang yang ada dalam sistem manajemen. Untuk mengatasi hal tersebut harus disemprot dengan jumlah yang lebih tinggi dengan insektisida, sehinnga meningkatkan resiko kontaminasi bahan kimia. 3) Kualitas Eksterior. Dinilai berdasarkan ukuran telur, elastisitas, warna dan kekuatan integritas. Dari perbandingan penelitian ditemukan bahwa  telur dari kandang konvensional  memiliki berat telur lebih besar dibandingkan dengan kandang burungs. Ukuran telur dari kandang free range  lebih besar daripada kandang baterai dan konvensional,  Perbedaan ukuran telur bisa disebabkan karena perbedaan dalam lingkungan. Yang dinilai dari kualitas eksterior yaitu : a) Integritas shell. Telur dengan shell utuh yang bisa dipasarkan ke konsumen. Dari sudi yang dilakukan pada  kandang burung, kandang konvensional, dan kandang lantai ditemukan bahwa persentase lebih besar pada kandang burung dan kandang konvensional daripada di lantai kandang. Tetapi ada penelitian yang menyebutkan bahwa persentase tertinggi telur yng retak pada konvensional, dan pada kandang burung dan free range integritas shell nya lebih bagus. b) Kebersihan shell. Dalam perbandingan beberapa sistem produksi,  kandang burung yang ditemukan menghasilkan eksterior telur yang paling kotor,  sedangkan lantai kandang tradisional menghasilkan persentase terendah. c) Kualitas shell. Dilihat dari kekuatan, pembentukan. Dari perbandingan beberapa penelitian telur pada kandang burung memiliki kualitas sel yang bagus daripada kandang konvensional. Dan telur pada kandang free range memiliki kualitas yang jelek dibanding pada kandang yang lain. 4) Kualitas interior. Kualitas yang ada dalam isi telur yaitu, albumin, integritas kuning telur, indeks kuning telur, dan membran. Dari perbandingan beberapa penelitian telur pada kandang cage memiliki kualitas interior yang bagus. Dan kandang free range menghasilkan kualitas telur interior yang bagus dibandingkan kandang konvensional. 5) Kualitas Gizi. Dinilai berdasarkan komponen komponenya, yaitu lemak kasar, protein dan kandungan nutrisi yang lainnya. Dari perbandingan beberapa penelitian telur pada kandang free range memiliki kualitas gizi paling baik dibanding dengan kandang konvensional dan kandang lainnya. Karena dalam kandang free range ayam petelur tersebut dapat bebas memakan hijauan dan makanan lainnya sehingga kualitas gizinya bagus.

Lingkungan baru bagi telur dapat mempengaruhi keamanan dan kualitas telur yang baru dikeluarkan oleh siinduk sehingga perlu adanya sistem kandang yang baik agar nantinya kualitas telur menjadi baik dan aman bagi konsumsi masyarakat. Dengan membaca dari jurnal ini diharapkan pembaca bisa menentukan sendiri kandang mana yang baik untuk industri telur dengan mempertimbangkan lebih dan kurangnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s