MYIASIS

Myiasis adalah infestasi dari larva lalat Diptera pada hewan hewan hidup dalam periode tertentu serta memakan jaringan , jaringan tubuh.

Berdasarkan sifatnya maka larva tersebut dibedakan menjadi :

1.   Fakultatif Parasit

yaitu larva secara normal hidup bebas dan mampu berkembang pada bahan bahan   organik yang busuk, tetapi larva tersebut dapat dijumpai pada hewan hidup dimana   mampu berkembang dan selanjutnya dapat bertindak sebagai parasit untuk kelangsungan hidupnya.

Terdiri dari Blowflies , misalnya :   Larva dari Lucilia, Phormia, Calliphora dan

Chrysomyia.

2.   Obligat Parasit

yaitu larva secara normal membutuhkan jaringan induk semangnya sebagai makanan dalam perkembang biakannya terdiri dari:

– Bot flies,              misalnya        :   Larva dari genus Gasterophilus, Oestrus

– Warble flies        misalnya    :   Larva dari Hipoderma bovis dan H. lineatum.

– Screw worm    misalnya  :   Larva dari Callitroga hominivorax, C. macellaria

dan Chrysomyia bezziana.

Berdsarkan lokasi dari myiasis maka dapat dibedakan menjadi :

A.  External myiasis,

      Myiasis ini sering diakibatkan oleh larva dari kelompok Blowflies serta

Screw worm.

1.   Infestasi Larva Blowflies

Sering juga disebut dengan Cutaneous Myiasis

Siklus hidup :

Lalat meletakkan telurnya dalam bentuk kelompok ( clusters ) pada karkas atau luka dan juga memakan eksudat pada tempat tsb. Selanjutnya telur menetas menjadi larva dan akan memakan protein yang ada disekitarnya serta dalam  waktu singkat akan mengalami ecdysis dan menjadi larva maxima. Larva dewasa panjangnya 10 – 14 mm berwarna abu – abu atau kuning muda dan kadang kadang merah muda. Extremitas anterior mempunyai sepasang oral hook.

Ada dua kelompok larva yaitu larva halus misalnya Chrysomyia micropogon dan Calliphora spp serta larva berduri misalnya  Chrysomyia rufifacies, C albiceps dan Microcalliphora varipes. Selanjutnya larva maxima meninggalkan inangnya dan jatuh ditanah, berubah menjadi pupa. Tapi adapula sebagian menjadi pupa pada bagian kering dari karkas atau bulu yang kotor. Larva yang menjadi pupa berubah menjadi berwarna coklat dan masuk dibawah permukaan tanah. Bila telah waktunya lalat akan keluar dari dalam pupa dengan mendorong ujung pupa.

 

Penyebaran lalat ini dipengaruhi oleh  beberapa faktor antara lain :

~  Tergantung dari jumlah lalat itu sendiri

~  Tergantung dari hewan yang peka

~  Tergantung dari musim

 

Menurut datangnya lalat ini terbagi menjadi 3 kelompok :

a.  Lalat primer yaitu lalat yang pertama tama meletakkan telurnya pada karkas

atau hewan

misalnya   :      Lucilia cuprina, Calliphora stygia, C. augur, C. australis,

C. novica, C. fallax, Lucilia sericata, L. laenuca

b.  Lalat scundair yaitu lalat yang meletakkan telurnya setelah lalat primer datang  dan menambah pembusukan.

misalnya  :      Chrysomtia rufifacies, C. micropogon dan Microcalliphora   varipes.

 

c. Lalat tertier  yaitu lalat yang meletakkan telurnya terakhir dan  melanjutkan kerusakan dari lalat I dan lalat II.

misalnya  :      Musca domestica, Fannia australis, Peronia rostrata.

Keberhasilan larva lalat I, II dan III untuk hidup menjadi pupa tergantung kompetisi satu dengan lainnya dan biasanya larva lalat II merupakan pemenang dan sebagian larva lalat I, III dimakan oleh larva lalat II.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s