moneizia expansa

Agen Infeksi

Agen infeksi moneizia expansa yaitu jenis tungau tanah (Oribatidae). Oribatidae merupakan mikroarthropoda tanah dengan ukuran tubuh antara 0,08 mm dan 0,5 mm yang mewakili kelompok besar fauna tanah. Tungau Oribatidae umumnya memiliki metabolisme tingkat rendah, perkembangan yang lambat dan fekunditas rendah.  Perkiraan waktu pengembangan dari telur hingga dewasa bervariasi, dari beberapa bulan sampai dua tahun di tanah. Tungau Oribatidae memiliki enam aktif instar : prelarva, larva , 3 NIMFA. Oribatidae ini mempunyai jumlah yang melimpah, sehingga penularan cacing moneizia expansa ini semakin besar. Dalam penyebaran moneizia expansa, Cacing dewasa dalam usus inang akan melepaskan segmen gravid yang kemudian keluar secara pasif bersama dengan tinja. Segmen gravid dalam tinja akan tersebar dan mengkontaminasi lapangan penggembalaan. Sehingga Oribatidae kemudian memakan segmen gravid  yang mengandung telur cestoda maka akan berkembang menjadi stadium larva (Cysticercoid) dalam rongga tubuhnya. Inang definitif akan terinfeksi jika memakan rumput yang terkontaminasi oleh stadium

cysticercoid.Patogenesis

Pada umumnya hanya hidup pada hewan dibawah 6 bulan dan terlihat gejala yang timbul, meskipun parasit ini juga dapat terdapat pada hewan-hewan dewasa juga bisa. Gejala klinisnya tidak diketahui dengan jelas. Infeksi M. expansa secara umum tubuh melemah dan asymptomatic, bahkan ketika ada dalam jumlah besar di dalam hewan muda yang sering terserang. Bagaimanapun infeksi berat dapat menyebabkan terhambatnya sistem digesti, diarrhea dan kehilangan berat badan

Gejala Klinis

Gejala klinis sapi yang terinfeksi cacing meneizia expansa tidak akan nampak dalam waktu yang singkat gejala akan nampak jika penyakit sudah parah atau cacing sudah menyebar ke seluruh tubuh

Gejala yang nampak adalah sapi mengalami gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan gejala ikutan sperti diare dan gangguan absorbsi makanan.Namun gejala yang akut sepertikeracunan yang diakibatkan racun yan dihasilkan dari eksresi cacing dewasa dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada sapi.infeksi ringan akan menyebabkan gangguan pencernaan (indigesti) dan terhambatnya pertumbuhan. Sedagkan infeksi berat akan menyebabkan diare karena darah diserap oleh cacing dewasa yang melekat di dinding mukoa usus,dan menyebabkan diare profus karena gangguan penyerapan makanan,pertumbuhan kan terhambat dan bisa bersifat fatl pada anak sapi.

Patologi Anatomi

Jaringan usus akan mengalami kerusakan akibat infestasi cacing dewasa. Sedangkan jaringan otot akan terganggu saat cysticercus tersebar ke seluruh tubuh terutama di jaringan otot.dan akan nampak kista-kista di jaringan otot

Diagnosa

Diagnosa infeksi moniezia expanza dapat dilakukan dengan :

a) Menanyakan riwayat penyakit (anamnesa)

Didalam anamnesa perlu ditanyakan antara lain apakah penderita pernah mengeluarkan proglotid (segmen) dari cacing pita baik pada waktu buang air besar maupun secara spontan. bila memungkinkan sambil memperhatikan contoh potongan cacing yang diawetkan dalam botol transparan.

b) Pemeriksaan tinja

  • Identifikasi telur cacing.
  • Identifikasi cacing dewasa (proglottid gravid dalam feses)

Identifikasi ini dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis bahan-bahan yang berasal dari hewan yaitu: tinja, dan bahan lainnya yang dianggap perlu.Sampel tinja yang diperiksa harus baru (didefekasikan) atau diambil langsung dari rektum Tinja dapat diawetkan dengan menambah larutan formalin 10%. Wadah pengiriman tinja terbuat dari kaca atau bahan lain yang tidak dapat ditembus seperti plastik. Pemeriksaan tinja secara mikroskopis dilakukan antara lain dengan metode langsung (secara natif), bahan pengencer yang dipakai NaCL 0,9 % atau lugol. Dari satu spesimen tinja dapat digunakan menjadi 4 sediaan. Bilamana ditemukan telur cacing  moniezia expanza, maka pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Pada pemeriksaan tinja secara makroskopis dapat juga ditemukan proglotid jika keluar. Pemeriksaan dengan metode langsung ini kurang sensitif dan speifik , terutama telur yang tidak selalu ada dalam tinja dan secara morfologi sulit diidentifikasi metode pemeriksaan lain yang lebih sensitif dan spesitik misalnya teknis sedimentasi eter, anal swab, dan coproantigen (paling sensitif dan spesifik).  Pemeriksaan dimaksudkan untuk menemukan adanya telur cacing baik secara kualitatif (macam telur cacing) maupun kuantitatif (jumlah telur cacing tiap 1 gr tinja). Sedangkan proglotid dapat mencapai lebar 1,6 cm yang lebih panjang dibandingkan panjangnya, organ reproduksi ganda dan lubang kelamin terlihat opak dengan garis putih keluar pada tepi lateral. Ovarium dan kelenjar vitelin berbentuk melingkar setiap sisi dan testes menyebar diseluruh bagian. Pada setiap batas belakang segmen ditemukan sebaris kelenjar interproglotida berbentuk roset (seperti bunga mawar). Telurnya bentuknya bersudut atau bisa berbentuk segi tiga dengan diameter sekitar 56 – 67 mikron (2,4,3). Namun jika masih belum terlihat, diagnosis bisa dilakukan lewat. CT-scan, MRI atau Ultrasonik

 Prognosa

Prognosis tergantung lokasi larva. Pada sistiserkosis serebral, prognosis jelek.

 Terapi

Pemberian  Alben 10% Oral Suspension yang tiap ml mengandung albendazole 100mg, dengan dosis :

  • Anjing & Kucing : 0,75 ml per 2,5 kg berat badan
  • Kuda, Babi, domba :  0,75 ml per 10 kg berat badan (single dose)
  • Unggas : 0,1 – 0,15 ml / kg BB

   Epidemiologi

Moneizea Expanza merupakan cacing pita anoplocephalic. Cacing ini menyerang domba, kambing dan etrnak dan emnyebabkan kerugian secara ekonomis didaerah endemik.  Moneizea expansa biasanya menyerang daerah kosmopolitan. Di Indonesia, kasus ini jarang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Monezea expansa merupakan parasit yang banyak tersebar didunia namun tidak memberikan dampak pada produksi. Infestasi besar menyebabkan obstruksi usus dan kekurangan nutrisi. Penyebaran telur cacing ini banyak tersebar melalui mites. Telur juga bisa menyebar melalui sitem grassing. Biasanya proglotid bertahan selama 6minggu

Kasus monezeasis sering terjadi pada domba terutama pada saat musim hujan (15Juni-15 Desember). Pada musim kemarau awal, presentase domba yang mungkin terinfeksi adalah 25-44%.

Cacing pita domba, Moniezia expansa, terjadi pada 100% dari domba dan wethers selama musim hangat dan basah (15 Juni-15 Desember) di US Virgin Pulau St Croix pada tahun 1999. Secara total, 924 mm curah hujan diukur selama periode ini. Pada musim kemarau awal dan pertengahan musim kering, persentase anak domba dan wethers terinfeksi adalah 25 dan 44%, masing-masing. Pada musim hujan  suhu rata-rata 25oC, sedangkan suhu rata-rata 29,4oC

Perkembangan telur monezea expansa pada awal musim hujan terus meningkan dan menurun pada musim kemarau. Infeksi meningkat seiring dengan adanya perubahan musim dengan curah hujan yang tinggi.

  Pegendalian

Pengendalian penyakit cacingan merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan hasil peternakan yang optimal. Cara yang dilakukan agar peternakan terhindar dari penyakit cacingan adalah dengan dilakukannya pencegahan yaitu:

  1. Pemberian obat cacing. Pengobatan akan sia-sia jika penyakit cacingan sudah parah. Sebaiknya dilakukan pengobatan secara rutin untuk memotong siklus hidup cacing.
  2. Melakukan sanitasi kandang dan peralatan peternakan meliputi kandang dibersihkan, dicuci dan disemprot  dengan desinfektan serta memotong rumput disekitar area peternakan. Melakukan sanitasi kandang sehingga telur Moniezia expansa tidak dapat berkembang baik.
  3. Mengurangi kepadatan kandang, karena dapat memberi peluang yang tinggi bagi infestasi cacing.
  4. Pemberian ransum dengan kandungan mineral dan protein yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik.
  5. Mencegah kandang becek, seperti menjaga litter tetap kering, tidak menggumpal dan tidak lembab.
  6. Cara untuk mencegah masuknya cacing ini adalah dengan memperhatikan kebersihan pakan, sehingga tidak terdapat tungau yang bisa membawa Moniezia expansa masuk kedalam tubuh hospes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s