Leucocytozoon

Leucocytozoonosis atau “malaria like” merupakan penyakit parasit dalam ( endoparasit ) yang disebabkan oleh protozoa, yaitu Leucocytozoon sp. Protozoa ini ialah parasit darah yang hidupnya di dalam sel darah merah. Leucocytozoon sp. yang menyerang ayam ada 2, yaitu L.caulleryi dan L.sabrezi. Penyakit ini pertama kali muncul di Afrika Selatan yang kemudian menyebar ke Amerika dan Asia, termasuk Indonesia.Penyakit ini seringkali muncul pada saat perubahan musim dari penghujan ke kemarau. Lalat penggigit seperti Simulium sp. dan Culicoides sp. berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit ini.

Spesies Leucocytozoon yang menyerang ayam di Indonesia teridentifikasi Leucocytozoon caulleryi dan L.sabrazesi ( Soekardono, 1983 ). L.caulleryi disebarkan oleh vektor  Culicoides arakawae ( Soekardono, 1987 ). Penyakit ini menimbulkan kerugian yang sangat tinggi, pada unggas muda menyebabkan kematian yang tiba-tiba. Unggas dewasa juga bisa terinfeksi dengan menimbulkan gejala diare, lemah, penurunan produksi, penurunan daya tetas telur, bahkan bisa menimbulkan kematian. Di samping unggas domestik ( ayam, itik ) unggas liar juga bisa terinfeksi oleh Leucocytozoon, yaitu burung  Great Tits oleh L.dubreuili ( Hauptmanova et al, 2002 ) , burung pipit oleh L.fringillinarum ( Gill and Paperna, 2005 ), Little Owls   terinfeksi  oleh L.zieanni, burung liar lain oleh L.marchouxi dan L.ziemanni ( Tome et al, 2005 ).

Etiologi

Leukotozoonosis disebabkan oleh protozoa, yang tergolong genus leucotozoon dan family plasmodiidae. Dua genera lain yang termasuk family plasmodiidae adalah haemoproteus dan plasmodium. Leucotozoon mirip dengan plasmodium, kecuali tidak adanya skison didalam darah yang bersikulasi.

Siklus hidup leucotozoon meliputi fertilisasi dan perkembangan seksual dengan cara sporogoni didalam tubuh insekta, skisogoni (merogoni) didalam sel-sel jaringan (sering pada paru, hati, ginjal) dan hametogoni  didalam eritrosit atau leukosit

Sekitar 100 spesies leucotozoon telah diidentifikasi, beberapa spesies leucotozoon dapat menginfeksi lebih dari satu spesies unggas. Meskipun demikian, berbagai spesies leucocytozoon bersifat hospes-spesifik. Leucocytozoon simondi dan leucocytozoon aneris menginfeksi itik dan angsa, leucocytozoon neavi menginfeksi ayam mutiara, leucocytozoon smithi menginfeksi kalkun, dan leucocytozoon sabrezi, leucocytozoon caulleryi, dan leucocytozoon andrewsi menginfeksi ayam. Kejadian leucocytozoon pada ayam , terutama disebabkan oleh leucocytozoon caulleryi dengan vector insekta culicoides arakawa, culicoides circumscriptus, dan culicoides odibilis. Para peneliti melaporkan bahwa di Indonesia, leucocytozoon caulleryi yang  menyerang ayam ditularkan oleh culicoides arakawa.

Unggas yang terinfeksi protozoa tersebut , lalat hitam (simulin SP), dan serangga penggigit bersayap dua (agas) (culicoides SP). Mungkin bertindak sebagai reservoir penyakit tersebut selama satu musim./priode tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s